Sinopsis
Buku ini mengangkat perjalanan spiritual dan sosial seorang tokoh agama berpengaruh di Mandailing Natal, yaitu Syekh H. Muktar Hasibuan, dalam konteks perkembangan tarekat dan kehidupan masyarakat Desa Simaninggir. Penulis mengawali dengan menjelaskan latar belakang perkembangan suluk (ritual tarekat) di Mandailing Natal serta proses pelestarian kepemimpinan kepada Syekh H. Muktar Hasibuan. Pembahasannya juga mencakup ajaran dan pengembangan dua tarekat besar di daerah tersebut: Tarekat Naqsabandiyah dan Sammaniyah. Di dalam memotret dinamika sosial-budaya Desa Simaninggir sejak tahun 1977 hingga 2023. Di dalamnya diuraikan bagaimana kehidupan masyarakat berlangsung, serta bagaimana sistem keagamaan menjadi bagian penting dari identitas sosial mereka.
Menggambarkan latar belakang kehidupan pribadi Syekh Muktar Hasibuan, termasuk garis keturunannya dari keluarga ulama, pendidikan keagamaannya di Pondok Pesantren Mustafawiyah, serta kehidupan keluarganya. Selanjutnya, menjadi inti dari buku ini dengan mendalami perjalanan Symenjadi inti dari buku ini dengan mendalami perjalanan Syekh Muktar Hasibuan dalam menjadi seorang mursyid (guru spiritual) di Persulukan Babul Falah. Di sini dijelaskan pula tentang lembaga persulukan tersebut, peran beliau sebagai mursyid, serta kontribusinya dalam kehidupan sosial masyarakat.
Melalui buku ini, pembaca diajak menelusuri tidak hanya biografi seorang tokoh penting dalam dunia spiritual Islam di Mandailing Natal, tetapi juga melihat dampak ajaran dan nilai-nilai tarekat terhadap kehidupan masyarakat secara luas.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | 978-623-10-9647-0 |
| Penulis Buku | Muhammad Isamuddin, S.Hum |
| Editor | Edza Reva Delima, S.E. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Khairul Wahidi, S.AP. |
| Penerbit | CV. Karya Buku dan Jurnal Indonesia |
| Kategori | Sastra |
| Tahun Terbit | 2025 |



Ulasan
Belum ada ulasan.