Membaca Tanggung Jawab dalam Wacana (Model Analisis Wacana Kritis atas Representasi, Legimitasi dan Respons)

Rp125.000

Kategori:

Sinopsis:

Membaca Tanggung Jawab dalam Wacana membahas bagaimana bahasa tidak hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga membentuk cara publik memahami siapa yang bertindak, siapa yang terdampak, siapa yang harus memberikan penjelasan, dan kepada siapa tanggung jawab dilekatkan. Berpijak pada Analisis Wacana Kritis, khususnya model tiga dimensi Norman Fairclough, buku ini mengembangkan Model AWK Konstruksi Tanggung Jawab yang menghubungkan representasi bahasa, distribusi agensi, atribusi tanggung jawab, legitimasi, respons institusional, dan dimensi struktural.

Melalui kerangka tersebut, tanggung jawab dapat ditelusuri melalui pilihan kata, struktur kalimat, posisi aktor, sumber yang diberi otoritas, serta bentuk penyelesaian yang ditampilkan dalam wacana. Buku ini juga menawarkan konsep akuntabilitas pascainsiden, yaitu formasi diskursif yang muncul ketika suatu peristiwa memperoleh visibilitas publik dan memunculkan tuntutan penjelasan, penilaian, perlindungan, pemulihan, atau tindakan institusional. Pembahasan diperkuat melalui tiga mekanisme legitimasi, yaitu formal, moral, dan administratif, serta perhatian terhadap hubungan antara respons pascaperistiwa dan pencegahan struktural.

Model yang ditawarkan bersifat terbuka dan adaptif sehingga dapat diterapkan dalam berbagai konteks, seperti pendidikan, perlindungan anak, kesehatan, layanan publik, krisis institusional, pemerintahan, korporasi, media digital, dan bencana. Buku ini memberikan kerangka konseptual bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk membaca hubungan antara bahasa, kekuasaan, legitimasi, dan tanggung jawab secara lebih kritis dan sistematis.

Penulis:
Deasy Wahyu Hidayati
Prima Gusti Yanti
Imam Safi’i

Editor: Fauzi Rahman

Berat 450 gram
Dimensi 14 × 3 × 20 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Membaca Tanggung Jawab dalam Wacana (Model Analisis Wacana Kritis atas Representasi, Legimitasi dan Respons)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top